Dalam Diam.

Apakah kamu pernah merasakan mencintai dalam diam? 

Samar, kabur dan gelap.

Menimbang nimbang, apakah dia juga menyukaimu atau tidak.

Kamu membuka daun pintu, mendorongnyaa lalu meghempaskan tubuhmu di kasur yang empuk. Menerawang di atas langit langit yang putih, berfikir lalu berimajinasi tentangnya.  Menjadikan langit-langit yang putih itu menjadi berwarna.

Dia, setiap ada dia kamu selalu bersembunyi di belakang pohon tua itu, dia tidak sengaja  mendengar suara nafasmu samar yang terengah enggah mengikuti kemanapun dia pergi lalu dia meoleh mu. Dan kamu berlagak pura pura tidak tahu padahal siapa tau? Di dalam Jantungmu berdetak 100 kali lipat dari biasanya. Kamu mencoba keras untuk mendapatkan simpatinya tapi sepertinya dia tidak tahu atau bahkan dia tidak peka? Ada rasa suka ketika berpandangan, ya itu diri kamu. Bagaimana dengannya? 


Suka. Memang ga bisa di hapuskan, walaupun hanya sekali dalam hidupmu kamu menemukan orang yang kamu suka, kamu tidak akan bisa melupakannya. 

Kamu terus memikirkannya, sampai kamu gila di buatnya. Tapi apakah dia juga memikirkanmu? Apakah dia juga memperhatikanmu? Apakah dia selalu mengingatmu sampai ia terlelap di dalam tidurnya dan bangun dengan mimpi indah tentang mu? Atau bahkan tidak sama sekali?

Kamu, si pemendam rasa yang gengsi tidak mau mengungkapkannya. Hanya itu yang kamu bisa lakukan. Melihatnya dalam kejauhan, mengamatinya, mencari tahu hal kesukaannya sampai sampai mengitkutinya dari belakang dan berpura pura tidak mengetahuinya jikalau dia melihat mu.

Sampai ia datang dengan seseorang yang dia sayang, dan kamu berkata “aku lebih sayang kamu di banding dia” dia sudah bersamanya sekarang, kamu tidak bisa berbuat apa apa. Masih dengan mengamatinya, mencari tahu bahkan menangisi diri sendiri. Mau siapapun seseorang itu, mau sebesar apa pun rasa sayang kamu, ya tetap seseorang itu yang ia sayang.

“tapi aku suka dia lebih dulu” ucapmu dalam hati, tetep saja itu tidak bisa merubah keadaan, mau lebih dulu kamu suka dia, mau lebih dulu kamu kenal dia, mau sebesar apa rasa kamu di banding orang yang sekarang bersanding tepat di hadapan dia, ya tetap seseorang itu yang mengungkapkannya. 

Kamu kalah dalam pertempurn mengungkapkan rasa, ketika seseorang itu telah mengungkapkan rasanya, kamu hanya diam tidak bisa berbuat apa apa, kamu mati kutu. Terjerembab oleh lubang yang besar di hatimu, kamu kalah melawan perasaan gengsi mu, kamu kalah melawan perasaan mu sendiri yang telah lama kamu tahan selama ini dan kamu simpan hingga meledak di dalam hati.

Kamu kalah dalam pertempuran, dan pemenangnya adalah orang yang telah beranding dengan dia yang mengungkapkan perasaannya itu tadi. 

image: google


with all my love



0 komentar:

Posting Komentar

Social Media

Instagram